<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jakasetiawan</title>
	<atom:link href="http://jakasetiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakasetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 03:03:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jakasetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jakasetiawan</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jakasetiawan.wordpress.com/osd.xml" title="Jakasetiawan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jakasetiawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8220;Liberalisme&#8221; Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/10/31/liberalisme-hizbut-tahrir-indonesia-hti/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/10/31/liberalisme-hizbut-tahrir-indonesia-hti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 03:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Progresif]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Kaderisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Training LK (Latihan Kader) II HMI Cabang Tasikmalaya, jadi bahan gunjingan. Gunjingan itu berawal dari kantor pusat Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) lewat sebuah tulisan tentang “liberalisme HMI” di web HTI http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/14/liberalisme-hmi/. Dalam tulisan tersebut Ismail Yusanto di gambarkan sebagai orang yang menyerupai Rasulullah dan sedang membawa syariat islam ketika di mekah. Ismail berperan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=43&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Training LK (Latihan Kader) II HMI Cabang Tasikmalaya, jadi bahan gunjingan. Gunjingan itu berawal dari kantor pusat Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) lewat sebuah tulisan tentang “liberalisme HMI” di web HTI http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/14/liberalisme-hmi/.</p>
<p>Dalam tulisan tersebut Ismail Yusanto di gambarkan sebagai orang yang menyerupai Rasulullah dan sedang membawa syariat islam ketika di mekah. Ismail berperan sebagai Rasulullah SAW, kemudian arena Pengkaderan HMI sebagai tempat yang di personifikasikan sebagai pengganti kota Mekah.</p>
<p>Lihat saja tulisan ini, seolah gambaran suasana di LK II HMI Cab. Tasikmalaya :</p>
<p>“Bila tidak ada yang diuntungkan, mengapa kita masih saja terus mempertahankan hukum semacam ini?” sergah Jubir HTI di akhir penjelasannnya. Tanpa menunggu reaksi lebih lama, Jubir HTI dengan agak sedikit berdiri lantas menggebrak keras meja di depannya. Setengah berteriak ia mengatakan, “Siapa sekarang yang tetap tidak setuju syariah?”</p>
<p>Ismail Yusanto yang juga menjabat sebagai jubir HTI, menurut beberapa sumber penulis ismail juga dekat dengan Muchdi PR harus belajar banyak tentang jenjang pengkaderan HMI. LK II merupakan Laboratorium Pemikiran HMI yang sarat akan Kekritisan mahasiswa, darimana kita tahu syariat yang di bawa oleh Ismail Yusanto (HTI) sesuai dengan Manhaj Rasulullah?&#8230; tentu saja harus di uji keasliannya, bukan?&#8230; sangat wajar jika beberapa orang kader HMI yang ada di dalam Forum tersebut sontak berteriak tidak sepakat dengan syariat, karena selama ini HTI belum pernah menerangkan tentang syariat Islam, mereka lebih suka menceritakan sejarah Khilafah…</p>
<p>Lihat tulisan ini,<br />
Usai acara, peserta beramai-ramai minta foto bersama. Ketika acara pemberian cindera mata hendak dilakukan, peserta berebut ingin menyerahkannya kepada Jubir HTI. Akhirnya, Jubir HTI minta cindera itu diletakkan saja di atas nampan, dan peserta bersama-sama membawa nampan itu ke depan. Jubir lantas mengambil cindera mata yang diletakkan di atas nampan itu.</p>
<p>Entah apa maksud dari tulisan Ismail diatas, tetapi sekali lagi Ismail Yusanto dan HTI nya ingin sekali di gambarkan seperti Rasulullah ketika memerintahkan meletakan hajar aswad di atas sehelai kain dan beliau panggil perwakilan (tokoh) dari berbagai suku di Makkah agar memegang ujung kain yang diatasnya ada hajar aswad, atas komando Rasul diangkatlah dengan bersama-sama sehelai kain tersebut untuk diletakkan di tempat semula.</p>
<p>Penulis sebenarnya tidak terlalu tertarik menanggapi tentang tulisan “liberalisme HMI” yang ditulis oleh Ismail tersebut, karena penulis anggap tulisan itu tidak ilmiah dan sarat kebodohan.<br />
1. Tentang Liberalisme<br />
2. Tentang generalisasi (QIYAS SYUMULI)<br />
3. Tentang HMI</p>
<p>Pertama tentang liberalisme : Tidak jelas yang di maksud dalam tulisan HTI itu, jika yang di maksud liberalisme adalah menolak Syariat Islam yang di bawa oleh Ismail Yusanto/HTI nya, menurut penulis itu sangat wajar. Pertama, sangat mungkin Ismail Yusanto salah dalam mempersentasikan Syariat Islam di depan Kader HMI, sehingga timbul berbagai penolakan ataupun debat keras dalam forum tersebut. Jadi tidak perlu seolah di gambarkan dengan posisi yang berat sebelah. HMI Liberal HTI tidak Liberal.</p>
<p>Kedua, cara menarik kongklusi (QIYAS SYUMULI): Kongklusi di dalam tulisan itu banyak ditarik dengan menggunakan analogi generalisasi (qiyas syumuli), sehingga menganggap semua kader HMI Liberal. Dalam Sanggahannya terhadap buku &#8220;Ilusi Negara Islam&#8221; HTI menolak sang penulis buku melakukan generalisasi (qiyas syumuli), tetapi dalam kasus penulisan yang menghujat HMI dengan judul “liberalisme HMI” HTI justru menjilat ludah sendiri dengan melakukan hal tersebut. Lalu siapa sih HTI?&#8230; Santadar ganda tidak hanya di gunakan Israel AS, tetapi juga HTI.</p>
<p>Ketiga, tentang HMI : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah himpunan mahasiswa yang berideologi Islam, tidak mungkin HMI secara organisatoris Menolak syariat Islam. HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)/ Liberation Party, di dalam nama organisasinya saja tidak ada sama sekali istlah Islamnya, bahkan jika di artikan dalam bahasa inggris menjadi “Liberation Party” jadi siapa yang sebenarnya menerima liberalism?..</p>
<p>Tulisan ini hanya berupaya saling mengingatkan untuk senantiasa menjauhi sikap menjudge, ashobiyah dan mari berlomba dalam memperkokoh persatuan. Walahualam (mj/jaka_mymail@yahoo.co.id)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=43&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/10/31/liberalisme-hizbut-tahrir-indonesia-hti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/06/06/muslim-harus-jadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/06/06/muslim-harus-jadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 10:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan ulama dari seluruh Indonesia, beberapa waktu lalu berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Pertemuan ulama yang digagas Forum Umat Islam (FUI) ini berhasil menelorkan pentingnya mengusung “presiden pro syariah”. Selain itu, pertemuan ini juga berhasil merumuskan sepuluh nama dan kriteria yang tepat bagi calon presiden pro syariah. Untuk mengetahui pentingnya umat Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=39&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jakasetiawan.files.wordpress.com/2009/06/alkhaththath_arif.jpg?w=300&#038;h=225" alt="alkhaththath_arif" title="alkhaththath_arif" width="300" height="225" class="alignleft size-full wp-image-40" /></p>
<p>Ratusan ulama dari seluruh Indonesia, beberapa waktu lalu berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Pertemuan ulama yang digagas Forum Umat Islam (FUI) ini berhasil menelorkan pentingnya mengusung “presiden pro syariah”. Selain itu, pertemuan ini juga berhasil merumuskan sepuluh nama dan kriteria yang tepat bagi calon presiden pro syariah.</p>
<p>Untuk mengetahui pentingnya umat Islam mengusung satu capres, khususnya capres yang pro syariah, Wartawan Sabili Eman Mulyatman dan Adhes Satria serta Fotografer Arief Kamaludin berbincang-bincang dengan Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath. Bagi Al-Khaththath, para aktivis dakwah, ustadz, kiai, bahkan ulama, jika ingin terjun ke dunia politik, harus memiliki kafaah ilmu syariah yang mendekati sempurna. Jika tidak, lebih baik ngajar ngaji saja.</p>
<p>Inilah petikan wawancara selengkapnya:</p>
<p>Bisa dijelaskan road show yang dilakukan untuk menjaring capres pro syariah?</p>
<p>Sebenarnya setahun lalu, FUI sudah menggagas koalisi partai Islam. Harus diakui, agak sulit menjaring tokoh Islam untuk dimajukan sebagai capres. Sewaktu saya masih di Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah  dirumuskan agar partai Islam bersatu. Sempat ada beberapa pertemuan. Sayangnya, ketika pertemuan kian intensif, HTI keluar dari FUI, sehingga menjadi vakum, padahal bisa di follow up. Saya sudah menemui Hidayat Nur Wahid dari PKS, PKNU, PAN, dan PKB, tapi FUI masih perlu dukungan.</p>
<p>Barangkali upaya FUI masih kurang maksimal?</p>
<p>Paling tidak, kita sudah menghasilkan kriteria, Jika tahun ini tidak bisa, insya Allah tahun 2014, kami punya keyakinan umat Islam akan bersungguh-sungguh mengupayakan capres yang pro syariah ini, karena kaum Muslimin harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.</p>
<p>Benarkan partai Islam makin pragmatis?</p>
<p>Umumnya, partai Islam dan sekuler tidak menampilkan apa program mereka. Untuk membangun bangsa ini, konsep mereka apa? Mestinya, partai Islam memiliki program untuk lima tahun kedepan. Misalnya, aliran sesat dibereskan, sehingga tidak lagi mendengar ada umat Islam yang disesatkan akidahnya. Selama ini tak ada partai Islam yang menyampaikan hal ini. Jika program seperti ini dikeluarkan PKS, PAN, PBB, PKB umat Islam akan memilih mereka.</p>
<p>Jika mereka mengeluarkan komunike secara bersama-sama untuk menekan pemerintah agar membubarkan Ahmadiyah, umat pasti akan memilih. Pokoknya partai mana saja asal islami. Ini semua karena kurang  silaturahim sehingga terpecah-pecah, memperbesar ego masing-masing seperti, PKS menargetkan 20% suara dan PPP 15%. Ternyata jeblok semua. Saya menduga, jebloknya suara partai Islam juga disebabkan oleh operasi intelijen.</p>
<p>Apa indikasinya?</p>
<p>Di lingkungan NU yang pro-Maulid, disebarkan isu jangan pilih PKS karena, Wahabi dan anti-Maulid. Setahu saya, Wahabi itu tidak hanya mengharamkan Maulid tapi juga partai. Padahal, Maulid ada yang melaksanakan ada yang tidak. Muhamadiyah juga tidak Maulid, tapi tak ribut. Ini semua kerjaan intelijen, agar suara partai Islam jeblok.</p>
<p>Tanggapan Anda terhadap susahnya partai-partai Islam bersatu?</p>
<p>Umat sebenarnya menginginkan persatuan di antara partai Islam. Jika mereka mau bersatu, kami siap untuk mengkomunikasikannya. FUI hanya hanya sebagai wadah. Persoalannya semua partai Islam menganggap dirinya sudah besar. Kekalahan ini sebenarnya anugrah Allah SWT. Jika PKS menang, dia akan merasa gede sendiri, atau jika PPP yang memperoleh 20% suara, mereka juga akan menonjol sendiri. Sekarang dikasih oleh Allah SWT kecil semua. Tujuannya apa? Agar mereka memahami pentingnya persatuan..</p>
<p>Tapi mereka justru berkoalisi dengan partai sekuler?</p>
<p>Inilah kenyataannya. Mereka belum juga mau mengambil hikmah.  Saya sampaikan aspirasi agar PKS, PPP, PKB, PAN dan partai Islam lainnya gabung mengusahakan capres sendiri. Silahkan, berdasarkan musyawarah ada 10 orang yang kami anggap layak menjadi capares. Dari 10 itu bisa diperas jadi dua orang yakni, Hidayat Nur Wahid dan KH Ma’aruf Amin. Tifatul mengatakan, dari dulu PKS memang begitu masalahnya partai Islam lain belum tentu mendukungnya. Partai Islam lain justru pecah, ada yang ke SBY, Prabowo, atau Mega.</p>
<p>Kenapa partai Islam malah berebut cawapres?</p>
<p>Itu karena tidak percaya diri. Melihat suara turun, mereka hilang kepercayaan dirinya. Tapi seandainya mereka serius untuk membenahi kehidupan bangsa, jika memang tidak bisa mengambil posisi di pemerintah, kenapa gak ambil oposisi sekalian. Selama 5 tahun, tidak ada partai Islam yang mau menjadi oposisi, tapi lebih mendukung SBY. Padahal, banyak kebijakan SBY yang menyengsarakan rakyat, seharusnya mereka pun ikut bertanggung jawab.</p>
<p>Apa syarat menjadi capres yang sesuai syariat islam?</p>
<p>Pertama, harus mempunyai kemampuan memimpin, memiliki track record yang jelas dalam memperjuangkan syariat Islam dan kesejahteraan rakyat. Kedua, memiliki pemahaman syariah, mampu mengatur ekonomi, sosial, dan politik. Saya yakin KH Ma’aruf Amien dan Hidayat Nur Wahid memiliki pengetahuan ini. Mereka memang harus di back up oleh tim yang kuat, kabinet yang kuat yang pro syariah misalnya, tim ekonomi syariah.</p>
<p>Anda yakin jika Hidayat Nur Wahid diusung menjadi capres pro syariah akan menang?</p>
<p>Jika capresnya Hidayat Nur Wahid kemudian wakilnya KH Ma’ruf Amien, meski KH Ma’ruf sudah sepuh, tapi mumpuni, memiliki jaringan di NU dan Muhamadiyyah. Saya menduga, pasangan ini akan mendapat dukungan luas dari umat Islam lintas golongan, sehingga kans menangnya besar. Syaratnya satu, partai-partai Islam harus all out mendukung pasangan ini. Persoalanya, di antara partai-partai Islam mudah dipecah, mudah saling mendengki, dan irih hati. Misalnya, jika Hidayat yang maju, kenapa harus Hidayat, diakan dari PKS? Kenapa mesti PKS? Kenapa nggak PPP?</p>
<p>Kalau sekarang, apakah gak terlambat?</p>
<p>Belum. Saya juga tidak bergerak sendiri, banyak kiai dan ulama yang mendorong para pemimpin partai untuk segera mengambil peluang ini. Meski banyak kiai dan ulama yang akhirnya putus asa menghadapi sikap keras kepalanya elit partai Islam, kita tetap berusaha untuk terus menyuarakannya. Ini merupakan kewajiban ulama untuk mengingatkan bahwa masa depan di tangan Islam bukan di kalangan sekuler.</p>
<p>Asal tidak ada kecurigaan di kalangan umat Islam?</p>
<p>Jika sudah curiga-mencurigai itu berarti sudah terkena serangan JIN (Jaringan Intelijen Negara). Nah, negaranya saya tidak sebut negara mana?</p>
<p>Mengapa Anda tak maju jadi capres pro syariah?<br />
Ah nggak lah, saya tahu diri.</p>
<p>Selebihnya baca di Majalah Sabili edisi 22/XVI</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=39&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/06/06/muslim-harus-jadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakasetiawan.files.wordpress.com/2009/06/alkhaththath_arif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alkhaththath_arif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Yang Memihak</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/22/islam-yang-memihak/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/22/islam-yang-memihak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 04:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam Progresif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Berdustalah mereka yang hanya menikmati bersembahyang, Namun melupakan nasib orang-orang yang tersingkirkan Dan menderita secara social. (Qs.Al-ma’un) Islam agama juga ideologi sebagai sebuah kekuatan merupakan modal moralitas dan sekaligus sumber dan api gagasan yang tidak boleh padam, walaupun hanya sekejap. Sebuah konsekuensi yang amat rasional, ketika kita sebagai muslim diingatkan akan sebuah tanggung jawab untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=33&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} h3 	{margin-top:.75pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:.75pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:10.5pt; 	font-family:Verdana; 	mso-bidi-font-family:Verdana; 	color:black; 	font-weight:bold;} p 	{margin-top:1.5pt; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:1.5pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:8.5pt; 	font-family:Verdana; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:Verdana; 	color:black;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<h3><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span></h3>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Berdustalah mereka yang hanya menikmati bersembahyang,<br />
Namun melupakan nasib orang-orang yang tersingkirkan<br />
Dan menderita secara social.<br />
(Qs.Al-ma’un)</span></em></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Islam agama juga ideologi sebagai sebuah kekuatan merupakan modal moralitas dan sekaligus sumber dan api gagasan yang tidak boleh padam, walaupun hanya sekejap. Sebuah konsekuensi yang amat rasional, ketika kita sebagai muslim diingatkan akan sebuah tanggung jawab untuk senantiasa menyampaikan bahkan menyebarkan risalah islam ini keseluruh penjuru dunia tidak hanya sebagai propaganda namun juga sebagai ideologi transnasional yang implementatif juga universal dalam setiap menjawab setiap problematika.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Kaum muslimin sesungguhnya tidak hanya dituntut secara intelektual merespons perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memelihara tradisi dalam konteks untuk menegakan amal ma’ruf dan nahi munkar.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Penafsiran terhadap ilmu pengetahuan tentulah harus dilakukan secara kritis. Ilmu pengetahuan tidak hanya dijadikan sebagai sarana untuk bertahan hidup tapi bagaimana ia dapat diposisikan sebagai problemsolve untuk menjawab setiap permasalahan dalam hidup, artinya dapat dirasakan manfaatnya secara social.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Inilah yang menarik untuk kita kaji, apakah kita sebagai muslim sudah menjadikan islam sebagai sesuatu yang memihak orang-orang yang tersingkirkan Dan menderita secara social, ataukah kita menempatkan islam hanya sebatas permainan spiritual saja, atau hanya menempatkan islam dirak-rak lemari intelektual semata, baru ketika kita merasa cocok kemudian kita kenakan? ataukah menempatkan islam hanya didalam dompet/saku baru kemudian jika ada razia kita jaminkan? </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Lalu dimana letak wajah islam yang memihak?<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Akhirnya, konsep islam diatas tidak lain hanyalah sebuah imajenasi yang karam dihempas badai.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Sampai hari ini, biarpun globalisasi yang semakin radikal telah menyatukan hunian manusia di berbagai sudut dunia, adalah kenyataan bahwa secara social politik masih saja menyisakan terbelahnya dunia menjadi dua belah kutub yang amat mencolok. Belahan utara sangat timpang dibandingkan dengan belahan selatan. Kehidupan rakyat di belahan selatan masih berusaha merangkak menuju glamour nya negri utara, mereka mengais-ngais sebagai buruh migrant, karena dinegri sendiripun masih selalu dijajah oleh rezim yang berkuasa. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Kemiskinan, penindasan, kezoliman, kerusakan lingkungan (segala sendi kehidupan) merupakan wacana yang bukan lagi berwajah bangsa dan Negara, tetapi sekarang telah menjadi gejala global dan melampaui batas-batas kemampuan untuk bisa diselesaikan dengan poltik wilayah atau pendekatan nasionalistik.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Ilmu pengetahuan dan teknologi memang jauh telah maju. Akan tetapi, apakah ”kemajuan IPTEK” bisa menjamin atau mengurangi penderitaan umat manusia akibat kemiskinan, penindasan, kezoliman (arogansi politik) pengerusakan lingkungan, moril, struktur sosial. Bahkan seorang albert einstain pun berstatment bahwa ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh. Jadi amatlah jelas seorang ilmuan yang menganut paham sekulerisme radikal saja sesungguhnya telah membantahkan bahwa selama ini frame yang mendudukan belajar IPTEK lalu beramal bukan dua hal yang bisa dipisahkan akan tetapi keduanya haruslah diimplementasikan secara terintegrasi. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Keadaan diatas kemudian berdampak pada hancurnya kesadaran kolektif, hancurnya semangat ideologis, dan kita tidak lagi mampu mempertandingkan gagasan-gagasan emansipatoris yang universal. Kodisi kita saat ini seolah-olah harus menyerah dengan kenyataan tentang lumpuhnya gagasan juga cita-cita kolektif untuk pembebasan dan untuk kemerdekaan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Islam tidak lagi menjadi sesuatu yang membangkitkan untuk senantiasa melakukan perlawanan terhadap setiap kemungkaran sosial, sehinga kehilangan fungsi kritisnya sebagai sebuah harapan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;">Mudah-mudahan seklumit tulisan ini dapat memercikan sedikit semangat untuk membangun kesadaran baru yang lebih teguh, bahwa Berdustalah mereka yang hanya menikmati bersembahyang, Namun melupakan nasib orang-orang yang tersingkirkan,Dan menderita secara social. (Qs.Al-ma’un)</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Kupersembahkan untuk guruku yg ada dihotel prodeo bulak kapal&#8230;. 9 November, 2007</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=33&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/22/islam-yang-memihak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sastra Profetik: Mengenal Sastra Kuntowijoyo</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/20/sastra-profetik-mengenal-sastra-kuntowijoyo/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/20/sastra-profetik-mengenal-sastra-kuntowijoyo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 13:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta Kebijaksanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas tentang Sastra

Sastra merupakan suatu wujud dan hasil dari kebudayaan. Sastra merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia dalam menyikapi realitas kehidupan dengan menggunakan bahasa symbol khususnya terjadi pada puisi, sajak, syair dan yang lain. Dalam sejarah perkembangan sastra merupakan ungkapan atas rasa yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat dilukiskan dengan pengalaman religius orang-orang sufi dalam bercinta dengan kekasih-Nya. Ungkapan yang keluar merupakan suatu bentuk karya yang cukup dasyat didalam kehidupan, sebagaimana syair yang dikumandangkan oleh Rumi, Iqbal, Al Halaj dan yang lain.

Sastara Indonesia yang sekarang banyak bercorak snab dan norak baik dalam pola ucapan atapun dari segi isinya. Sastara yang demikian merupakan suatu bentuk sastra bukannya untuk meninggikan drajat kemanusiaan tetapi membawa pembaca pada pengumbaran jiwa manusia dengan ekspresi yang rendah. Oleh karena itu perlunya diimbangi dengan sastra yang bercorak lebih bagus secara makna dan isinya, yang berdasarkan pada nilai-nilai agama.Sastra yang bercorak pada nilai-nilai agama merupakan pengungkapan jiwa dan sarana untuk melakukan Ibadah pada Pencipta. Sebagaimana sastra Islam merupakan sastara yang bersifat multi fungsi dimana bukan pengungkapan jiwa semata tetapi mengajarkan nilai-nilai transenden.

Perkembangan sastra Islam dalam Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dunia tasawuf. Hal tersebut dikarenakan dalam ilmu tasauf di gambarkan pada wilayah esoteris bertemunya manusia dengan Penciptanya. Proses pengungkapan kalimat yang indah ketika manusia menyatu dengan Tuhan, dikarenakan pancaran Ilahi masuk kedalam hatinya. Persatuan yang terjadi pada orang sufi memunculkan suatu karya yang universal dan berada dalam genggaman orang-orang sufi.

Dalam konteks sejarah sastara Indonesia pengaruh sufi sangat kental, hal ini dapat dilihat dari sastra karya Hamzah Fansuri dan Abdul Hadi. Sebenarnya jika mau dilihat lebih jauh lagi menurut Kuntowijoyo semua sastra memiliki bobot transcendental dalam proses pengungkapannya karena dilihat dari teologis dan metafisis. Dalam kesastraan Indonesia sebenarnya ada dua macam kubu yakni sastra kemanusiaan dan sastra pembebasan. Oleh karena itu, Konto menawarkan konsep sastra yang transcendental guna menanggapi isu yang ada dalam perkembangan sastra pada saat itu.

Sastra Kuntowijoyo Upaya Mengetahui Jejak Pemikiran

Kunto merupakan sosok figure yang fenomenal pada masa itu dikarenakan konsep yang ia tawarkan dalam melihat realitas. Dilihat dari latar belakang pendidikannya ia merupakan seorang yang ahli sejarah. Sejarah yang ia ungkapkan dengan menggunakan pendekatan social, hal ini dapat dilihat dari disertasinya yang membahas tentang perubahan social masyarakat Madura. Walaupun ia seorang sejarahwan tetapi apa yang dilakukan oleh Kuntowijoyo lebih dari sejarahwan. Hal ini dikarenakan ia banyak sekali memberikan konstribusi pada bidang yang lain seperti sastra, ilmu social dan pengintegrasian ilmu agama dengan pengetahuan dengan konsep pengilmuan Islam.

Dalam membicarakan tentang alur pemikiran yang dilontarkan oleh Kunto, kita dapat membahas dari sastra yang dia goreskan pada kertas, dan karya-karyanya. Pak Kunto dalam karyanya memerlukan refleksi yang dalam menyikapi realitas. Ketika kita mencoba membaca karyanya merupakan suatu gagasan yang bersifat filosopis, paradigmatic dan perlu diterjemahkan kedalam dataran yang lebih praktis. Sebagaimana dalam teori sastra bahwa dalam pembagiannya sastara terbagi menjadi tiga macam yakni sastara yang bercorak kemanusiaan, pembebasan dan sastra yang bersifat trasendental.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=25&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Sekilas tentang Sastra</strong></p>
<p>Sastra merupakan suatu wujud dan hasil dari kebudayaan. Sastra merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia dalam menyikapi realitas kehidupan dengan menggunakan bahasa symbol khususnya terjadi pada puisi, sajak, syair dan yang lain. Dalam sejarah perkembangan sastra merupakan ungkapan atas rasa yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat dilukiskan dengan pengalaman religius orang-orang sufi dalam bercinta dengan kekasih-Nya. Ungkapan yang keluar merupakan suatu bentuk karya yang cukup dasyat didalam kehidupan, sebagaimana syair yang dikumandangkan oleh Rumi, Iqbal, Al Halaj dan yang lain.</p>
<p>Sastara Indonesia yang sekarang banyak bercorak snab dan norak baik dalam pola ucapan atapun dari segi isinya. Sastara yang demikian merupakan suatu bentuk sastra bukannya untuk meninggikan drajat kemanusiaan tetapi membawa pembaca pada pengumbaran jiwa manusia dengan ekspresi yang rendah. Oleh karena itu perlunya diimbangi dengan sastra yang bercorak lebih bagus secara makna dan isinya, yang berdasarkan pada nilai-nilai agama.Sastra yang bercorak pada nilai-nilai agama merupakan pengungkapan jiwa dan sarana untuk melakukan Ibadah pada Pencipta. Sebagaimana sastra Islam merupakan sastara yang bersifat multi fungsi dimana bukan pengungkapan jiwa semata tetapi mengajarkan nilai-nilai transenden.</p>
<p>Perkembangan sastra Islam dalam Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dunia tasawuf. Hal tersebut dikarenakan dalam ilmu tasauf di gambarkan pada wilayah esoteris bertemunya manusia dengan Penciptanya. Proses pengungkapan kalimat yang indah ketika manusia menyatu dengan Tuhan, dikarenakan pancaran Ilahi masuk kedalam hatinya. Persatuan yang terjadi pada orang sufi memunculkan suatu karya yang universal dan berada dalam genggaman orang-orang sufi.</p>
<p>Dalam konteks sejarah sastara Indonesia pengaruh sufi sangat kental, hal ini dapat dilihat dari sastra karya Hamzah Fansuri dan Abdul Hadi. Sebenarnya jika mau dilihat lebih jauh lagi menurut Kuntowijoyo semua sastra memiliki bobot transcendental dalam proses pengungkapannya karena dilihat dari teologis dan metafisis. Dalam kesastraan Indonesia sebenarnya ada dua macam kubu yakni sastra kemanusiaan dan sastra pembebasan. Oleh karena itu, Konto menawarkan konsep sastra yang transcendental guna menanggapi isu yang ada dalam perkembangan sastra pada saat itu.</p>
<p><strong>Sastra Kuntowijoyo Upaya Mengetahui Jejak Pemikiran</strong></p>
<p>Kunto merupakan sosok figure yang fenomenal pada masa itu dikarenakan konsep yang ia tawarkan dalam melihat realitas. Dilihat dari latar belakang pendidikannya ia merupakan seorang yang ahli sejarah. Sejarah yang ia ungkapkan dengan menggunakan pendekatan social, hal ini dapat dilihat dari disertasinya yang membahas tentang perubahan social masyarakat Madura. Walaupun ia seorang sejarahwan tetapi apa yang dilakukan oleh Kuntowijoyo lebih dari sejarahwan. Hal ini dikarenakan ia banyak sekali memberikan konstribusi pada bidang yang lain seperti sastra, ilmu social dan pengintegrasian ilmu agama dengan pengetahuan dengan konsep pengilmuan Islam.</p>
<p>Dalam membicarakan tentang alur pemikiran yang dilontarkan oleh Kunto, kita dapat membahas dari sastra yang dia goreskan pada kertas, dan karya-karyanya. Pak Kunto dalam karyanya memerlukan refleksi yang dalam menyikapi realitas. Ketika kita mencoba membaca karyanya merupakan suatu gagasan yang bersifat filosopis, paradigmatic dan perlu diterjemahkan kedalam dataran yang lebih praktis. Sebagaimana dalam teori sastra bahwa dalam pembagiannya sastara terbagi menjadi tiga macam yakni sastara yang bercorak kemanusiaan, pembebasan dan sastra yang bersifat trasendental.</p>
<p style="text-align:justify;">Sastra yang bercorak kemanusian ini dapat dilahat dari tokoh yang melakukan pengkajian kemanusiaan dan kebebasan manusia, sedangkan sastara yang bercorak pembebasan diketahui dengan seorang yang mengkaji tentang social kemasyarakatan. Sedangkan sastra yang bercorak transcendental merupakan karya sastra hasil religius pengalaman keagamaan sebagaimana yang terjadi pada orang-orang sufi. Lalu <span> </span>kemudian yang menjadi pertanyaan bagaimanakah sastra yang dibawa oleh Kunto.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat dari sastara yang ada bahwa Kunto dalam perkembangan pemikirannya terbagai menjadi dua arus besar yakni sastara yang bercorak transcendental (religius) dan sastra yang bercorak profetik. Sastra yang bercorak transcendental dapat kita lihat dalam Novelnya seperti Kotbah di Atas Bukit, Impian Amerika, dan cerita pendek seperti Dilarang Menyintai Bunga-Bunga, Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan serta kumpulan puisi-puisinya dengan judul Suluk Awang Uwung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan sastra yang bercorak profetik ketika ia sudah berdialog dengan pemikiran Prof. Dr. M. Qurais Shihab, M.A dengan judul bukunya Membumikan Al Qur’an, serta tokoh yang lain seperti Muslim Abdurrahman, Adi Sasono dan yang lain. Hal ini, juga dapat kita amati dalam karya novelnya Pasar, Mantara Pejinak Ular, Wasripin dan Satinah serta kumpulan puisi-puisinya Makhrifat Daun Daun Makhrifat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sastra profetik merupakan pengembangan dari sastra yang bercorak religius dimana dalam sastra profetik ada unsure yang harus terpenuhi bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhan. Sastra profetik merupakan inspirasi dari Jalaludin Rumi dan Muhammad Iqbal, dimana manusia memiliki sikap kebebasan apa yang menjadi pemimpin. Seni merupakan menjadi alat perubah dan pengerak realitas social dan seniman menjadi inspirator perubahan serta bagaimana menciptakan yang lebih baik.Sebagaimana unsure sastra yang bercorak profetik menurut pandangan Jalaludin Rumi dan Muhammad Iqbal, meliputi kebesaran makna Illahiah, manusia merupakan mahluk yang merdeka dan kreatif, manusia menjadi khalifah dan melibatkan diri dalam proses social, sedangkan yang terkhir keseimbangan antara dimensi vertical dengan horizontal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Kunto juga merumuskan tentang etika profetik dalam surat al Imron ayat 110, yang menjiwai dari sastra-sastranya. Unsure dalam surat al Imron 110 yakni; <em>amar ma’ruf</em> (menyuruh kebaikan), <em>nahyi munkar</em> (mencegah kejelekan), dan <em>iman</em> (<em>tu’minuna</em>) bi Allah (beriman kepada Allah). Ketiga hal ini adalah unsur yang tak terpisahkan dari etik profetik. Sekarang yang perlu melihat puisi atau tulisan sastranya Kunto dalam melihat sejarah pemikirannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sastra Kunto dalam pemikirannya lebih cenderung religius dan sufistik dengan menentangkan kehidupan yang ideal dengan yang tak ideal seperti dalam cerpen tersebut. Ini merupakan pemikiran Kunto yang bercorak religius dan cenderung sufistik dalam era pemikirannya, dan berakhir pada tahun 1990-an. Sedangkan dari puisinya yang bercorak religius</p>
<p style="text-align:justify;">Makna yang diinginkan oleh penulis merupakan nasehat bahwa kita sering terjebak pada rutinitas dunia, sehingga lupa kemana arah tujuan hidup ini. Seperti pada kata aku ingin menekan tombol hingga lampu merah itu berhenti bermakna ia berusaha ingin menghentikan ritualitas manusia yang kehilangan makna hidup. Sedangkan pada kata angina, mobil dan para pejalan pikirkanlah kemana engkau pergi merupakan sikap untuk merenungi apa yang telah dilakukan dan apa yang direncanakan, sehingga tidak terjebak dengan rutinitas kehidupan. Selanjutnya pemikiran yang bercorak profetis dalam puisi yang dibuat oleh Kunto.</p>
<p><em><span style="font-family:&quot;">Sebagai hadiah<br />
</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Malaikat menanyakan<br />
apakah aku ingin berjalan di atas mega<br />
dan aku menolak<br />
karena kakiku masih di bumi<br />
sampai kejahatan terakhir dimusnahkan<br />
sampai dhuafa dan mustadh’afin<br />
diangkat Tuhan dari penderitaan (Makhrifat Daun Daun Makhrifat)</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sajak tersebut ditulis pada tahun 1995 ketika kesehatan Kuntowijoyo masih terganggu. Dalam keadaan sakit, ia melihat malaikat berkelebat sambil menawarkan hadiah kepadanya. Tetapi, Kuntowijoyo menolak tawaran tersebut. Sebab, konsekuensi menerima tawaran itu adalah ‘terbang dari bumi’. Maka ada semacam perjuangan melawan maut barangkali.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun, pengalaman sakitnya yang lama membuatnya berusaha untuk sembuh. Ia terserang <em>Meningo encephalitis</em>, radang selaput otak kecil yang menyebabkan kelumpuhan. Sejak 1992 ia sempat dirawat di Ruang Gawat Darurat RS Sardjito, Yogyakarta, selama 35 hari dan mesti beristirahat untuk waktu yang cukup lama.Itulah sejarah Kuntowijoyo, yang sempat menuliskan pengalamannya dalam bentuk puisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Puisi tersebut selain bercerita pengalaman mistisnya kepada pembaca, juga ingin mengabarkan bahwa di dunia ini masih dipenuhi kejahatan dan penderitaan. Terlihat ia sangat peduli pada dunia. Meminjam kata-kata Leonardo da Vinci, Kuntowijoyo seperti ingin memperbaiki bumi yang rusak, ingin melukis langit agar menjadi indah, tidak ikhlas diberi hadiah malaikat (nikmat-ketenteraman) jikalau bumi masih carut marut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari puisi tersebut, dapat saya tulis tiga hal tentang sastra dan sejarah. Pertama, bahwa puisi bukan semata lukisan peristiwa-peristiwa, namun memungkinkan makna dari peristiwa-peristiwa. Paparan tersebut bakal menghasilkan suasana ketika momen puitik yang berhasil direkam dalam puisi menjadi hidup, memiliki nyawa. Seperti kata kaum Romantik Jerman, ketika perasaan dikendalikan daya imajinasi, kita lihat juga Stimmungslyriek (lirik suasana), di mana hal yang penting bukanlah gambaran visual atau isi konkret melainkan suasana yang dibangkitkan. Semacam ruh puisi. Coba kita simak puisi berikut ini:</p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Yang berjalan di lorong<br />
hanya suara-suara<br />
barangkali kaki orang<br />
atau malaikat atau bidadari atau hantu<br />
mereka sama-sama menghuni desa di malam hari<br />
Kadang-kadang kentong berjalan<br />
dipukul tangan hitam<br />
dari pojok ke pojok<br />
menyalakan kunang-kunang<br />
di sela bayang-bayang</span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">…</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Puisi berjudul Desa di atas kental bersuasana pedesaan. Penyair menuliskan kegiatan orang-orang desa malam hari. Tetapi penyair melukiskan pendengarannya (citraan audio) melalui perasaan yang diraba dengan mungkinan (ciri khas Kuntowijoyo ketika menghadapi mitos dan realitas). Suasana yang terbangun adalah sebuah ‘rahasia’ malam, kemudian ditampilkan filosofi dan mistis.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, sebagaimana ‘cap’ saya, Kuntowijoyo adalah sejarawan sastra, bahwa karya sastra bukan sekedar reproduksi dari realitas melainkan sesuatu yang mempertajam dan membuat intens penghayatan kita pada realitas (Mohamad, 1993).</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah bukanlah sastra, sebab sastra memerlukan imajinasi, perasaan, dan empati. Realitas yang ditangkap terlebih dahulu mengalami masa inkubasi dari penghayatan yang intens. Contohnya adalah Kuntowijoyo sendiri. Pada pertengahan 1950-an ia menghabiskan hidupnya di Ngawonggo, sebuah desa sunyi di Ceper, Klaten. Persentuhannya dengan surau, bambu, kunang-kunang, kentongan yang ditabuh, mitos, dsb kemudian melahirkan renungan tentang hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, ketika realitas yang dihadapi bertolak belakang dengan hati nuraninya, maka yang ditulis adalah pelarian dari realitas. Ia berusaha lari dari realitas tanpa meninggalkan dunia. Maka kemudian diciptakan dunia ideal. Dunia ideal yang diciptakan puisi tersebut barangkali dengan membalik realitas yang digambarkan Kuntowijoyo, tentang ia (yang) lebih suka bumi tenggelam/daripada ia tak tenteram (baris-baris terakhir sajak Hikayat).</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia ideal adalah dunia angan yang diinginkan tetapi tidak juga dapat direalisasikan di dunia nyata. Abrams menyebutnya sebagai supernaturalisme-natural, karena dunia baru yang ingin diciptakan bukanlah surga yang ada di luar dunia nyata melainkan ada di dalamnya. Surga tidak diciptakan melalui kekuatan supernatural tetapi melalui penyatuan pikiran manusia dengan alam (Faruk, 2002).</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum, romantisisme karya-karya Kuntowijoyo dapat dipahami dari dunia ideal yang dibangun, empati, perasaan, dan pemilihan kata. Daya gugah bahasanya yang sederhana salah satunya adalah bahasa simbol. Bahasa simbol adalah sejenis retorika yang bersisi ganda, yang menyatakan sesuatu tapi mensyaratkan pengetahuan tentang sesuatu yang lain. Pemikiran Kunto secara garis besar menurut Zainal Abidin Bagir, ada dua gagasan utama yang dibahas di sini: pengilmuan Islam dan integrasi ilmu dengan etika.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun di tulisan-tulisan awalnya (80-an dan awal 90an) ia tampak bersimpati pada gerakan islamisasi ilmu, belakangan ia membedakan gagasannya tentang pengilmuan Islam dari gerakan tersebut, bahkan mengatakan bahwa “gerakan islamisasi ilmu mesti ditinggalkan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuntowijoyo meyakini objektifitas ilmu, namun menolak klaim bebas-nilainya, dalam artian netralitas/ketakberpihakan. Di satu sisi, Islam mesti dijadikan ilmu (diobjektifikasi); di sisi lain, ilmu-ilmu (khususnya sosial) mesti menyatakan keberpihakan yang jelas, yaitu kepada cita-cita profetik universal agama-agama: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hal ini juga dapat terlihat dari karya sastra yang mencoba melakukan pengilmuan Islam dan proses integrasi ilmu dengan agama. Misalkan dalam Novel terbarunya Wasripin dan Satinah ia mencoba menggambarkan tentang rasionalasasi agama dan melakukan objektifikasi terhadap agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=25&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/20/sastra-profetik-mengenal-sastra-kuntowijoyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilih cerdas, Cerdas kah PB.HMI ?&#8230;.</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/pemilih-cerdas-cerdas-kah-pbhmi/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/pemilih-cerdas-cerdas-kah-pbhmi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 08:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggugat PB.HMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[……betapapun kosa kata “cerdas” di ubah menjadi “Pandai”, “Cerdik”, atau “Smart”, tetap saja menjadi sesuatu yg absurd karena tidak ada mission Teologi yang mendahului gerakan maupun kegiatan yang dilakukan. Memilih secara cerdas berarti memilih caleg yang ditawarkan oleh partai-partai politik secara tepat. Pertimbangannya obyektif-kualitatif, bukan subyektif-primordial. Rasionalitas mengedepan, karena pemilih cerdas adalah pemilih yang berpikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=16&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-18" title="komprador4" src="http://jakasetiawan.files.wordpress.com/2009/04/komprador4.jpg?w=152&#038;h=109" alt="komprador4" width="152" height="109" />……betapapun kosa kata “cerdas” di ubah menjadi “Pandai”, “Cerdik”, atau “Smart”, tetap saja menjadi sesuatu yg absurd karena tidak ada mission Teologi yang mendahului gerakan maupun kegiatan yang dilakukan.</em></p>
<p>Memilih secara cerdas berarti memilih caleg yang ditawarkan oleh partai-partai politik secara tepat. Pertimbangannya obyektif-kualitatif, bukan subyektif-primordial. Rasionalitas mengedepan, karena pemilih cerdas adalah pemilih yang berpikir dan benar-benar mempertimbangan konsekuensi atas pilihannya. (semua orang pasti berfikir demikian)</p>
<p>Pemilih cerdas yang di gelar oleh PB.HMI beberapa waktu yang lalu, menjadi hajatan yang jauh dari efektif di pandang dari sudut manapun. Pasalnya hajatan yang di gelar dalam rangka menyambut pemilu 2009 tersebut tidak jelas tujuan maupun target yang direncanakan.</p>
<p>Bisa di bilang hanya sebagai upaya membuka keran dana sosilisasi kampanye yang pada pemilu tahun ini regulasinya beralih dari KPU kepada NGO dan sejenisnya, sehingga KPU hanya merasakan manfaat dari apa yg mereka kerjakan. Singkatnya “sosialisasi formalitas”.</p>
<p>HMI sebagai Harapan Masyarakat Indonesia sudah tidak ada relevansinya lagi, PB.HMI hanya menjadi partner kekuasan yang senantiasa memperalat kader, baik secara structural yang berada di bawahnya, memandulkan pemikiran dengan program-program taktis menyesatkan, serta memandulkan budaya berfikir kritis kader HMI terhadap penguasa zalim.</p>
<p>Tentu saja kembalinya azas HMI dari Pancasila ke Islam seharusnya menjadikan HMI memiliki ruang gerak yang lebih Khas dan lebih Ideologis memendang berbagai persoalan bangsa yang di hadapi, tetapi lain idealitas lain pula gerak (munafik). Benar saja Islam yag seharusnya menjadi inspirasi gerakan, karena sudah dikembalikan oleh sejarah yang begitu brutal dan mahal, tidak lah menjadikan para Pengurus Besar HMI memiliki taring yang tajam untuk mempraktikannya, bukan kah ciri kader adalah berani menerima segala resiko ideologis, karena konsekwensi logis ber Tuhan/ meyakini Allah sebagai satu-satunya sumber yang sempurna dan tidak mungkin salah merupakan sebuah keharusan.</p>
<p>Siapa Pemilih yang Cerdas?&#8230;<br />
Karena sudah dipahami bahwa orang-orang yang dianggap cerdas adalah orang yang memilih sesuai dengan pemahaman ideology yg benar yaitu Islam, maka bagi penulis, tidak lah patut memberikan apresiasi sedikitpun atas apa yg sudah dilakukan PB.HMI dalam rangka pemilih cerdas, sebab betapapun kosa kata “cerdas” di ubah menjadi “Pandai”, “Cerdik”, atau “Smart”, tetap saja menjadi sesuatu yg absurd karena tidak ada mission teologi yang mendahului gerakan maupun kegiatan yang dilakukan.</p>
<p>So.. apa bedanya dg NGO dan sejenisnya yang melakukan hal yang sama maupun sejenis?&#8230; Urgensinya apa?&#8230; tidak lain dan tidak bukan, Pertama sebagai Formalitas Sosialisasi Program kerja salah satu staf ketua PB.HMI, Kedua Mencairkan dana sosialsasi Pemilu dari negara-negara donor dalam rangka menstabilkan sistem Demokrasi di negeri-negeri kaum muslimin, Ketiga Anggap saja mereka (PB.HMI) sedang Khilaf karena terkena virus “Whan“ yang menjalar dari uang-uang di berikan oleh para donor baik lokal maupun Internasional. Wallahualam bi shawab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=16&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/pemilih-cerdas-cerdas-kah-pbhmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakasetiawan.files.wordpress.com/2009/04/komprador4.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">komprador4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMF COME BACK&#8230;</title>
		<link>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/imf-come-back/</link>
		<comments>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/imf-come-back/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 08:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi kerakyatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakasetiawan.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Ada istilah, &#8220;Keledai tidak akan pernah peduli walaupun ia jatuh pada lubang yang sama&#8221; inilah yang kemungkinan akan dilakukan oleh pemerintahan sby+jk+mafia berkeley yang dikomandoi oleh Sri mulyani. Jika kita melihat kenelakang sejarah indonesia pasca tumbangnya Bung Karno 41 tahun lalu, Jenderal Suharto yang telah sukses mengkudeta Bung Karno, mengirim satu tim ekonomi yang terdiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=5&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada istilah, &#8220;Keledai tidak akan pernah peduli walaupun ia jatuh pada lubang yang sama&#8221; inilah yang kemungkinan akan dilakukan oleh pemerintahan sby+jk+mafia berkeley yang dikomandoi oleh Sri mulyani.</p>
<p>Jika kita melihat kenelakang sejarah indonesia pasca tumbangnya Bung Karno 41 tahun lalu, Jenderal Suharto yang telah sukses mengkudeta Bung Karno, mengirim satu tim ekonomi yang terdiri dari Prof. Sadli, Prof. Soemitro Djoyohadikusumoh, dan sejumlah profesor ekonomi lulusan Berkeley University AS—sebab itu tim ekonomi ini juga disebut sebagai ‘Berkeley Mafia’—ke Swiss. Mereka hendak menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat Yahudi dunia yang dipimpin Rockefeller.</p>
<p class="MsoNormal">Di Swiss, sebagaimana bisa dilihat dari film dokumenter karya John Pilger berjudul <em>“The New Ruler of the World’</em> yang bisa didownload di situs <em>youtube</em>, tim ekonomi suruhan Jenderal Suharto ini menggadaikan seluruh kekayaan alam negeri ini ke hadapan Rockefeler cs. Dengan seenak perutnya, mereka mengkavling-kavling bumi Nusantara dan memberikannya kepada pengusaha-pengusaha Yahudi tersebut. Gunung emas di Papua diserahkan kepada Freeport, ladang minyak di Aceh kepada Exxon, dan sebagainya. Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 pun dirancang di Swiss, menuruti kehendak para pengusaha Yahudi tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">inilah jua yang akan dilakukan pemerintahan sby dan tim ekonominya dalam waktu dekat ini, menurunnya rupiah dan ricuhnya saham BUMI al ini diutarakan pengamat ekonomi, Iman Sugema dalam acara diskusi bulanan &#8216;Hancurnya Kapitalisme&#8217; yang diadakan Institute for Policy Studies di Hotel Ambara, Kamis (13/11). &#8220;Rupiah ini sudah digiring pemerintah ke level Rp 15.000 per dolar AS,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang dimaksud pemerintah di sini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Boediono. &#8220;Ini dilakukan supaya ada alasan bagi Sri Mulyani dan Boediono untuk mendatangkan IMF,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Hal ini juga terlihat pada cadangan devisa yang berkurang US$ 10 miliar dalam sebulan (dari September ke Oktober). Ini akan berbahaya jika IMF sampai berkuasa lagi di Indonesia. Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu, kebijakan IMF sudah terbukti membahayakan Indonesia.</p>
<p>Ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan IMF yang sama sekali tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, yaitu privatisasi BUMN, market liberalisasi, pencabutan subsidi, dan pasar bebas.</p>
<p>Jadi, inilah caranya agar IMF bisa masuk kembali ke Indonesia. Sebab jika pemerintahan kuat, IMF tidak akan punya alasan untuk datang. &#8220;Kemungkinan IMF akan masuk tidak semata-mata <em>by accident</em> tapi <em>by design</em>. Dengan masuknya IMF, Indonesia menjadi terbagi-bagi dan dikavling-kavling.</p>
<p>Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, awal September lalu ditunjuk menjadi salah satu anggota komite reformasi internal Dana Moneter Internasional (IMF).</p>
<p>Dengan tugas itu, Sri akan diminta untuk memberikan proposal reformasi dalam memperbaiki kredibilitas institusi yang berbasis di Washington itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakasetiawan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakasetiawan.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakasetiawan.wordpress.com&amp;blog=5489629&amp;post=5&amp;subd=jakasetiawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakasetiawan.wordpress.com/2009/04/19/imf-come-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67dbee60d8df481daeae78f3fb3f5b0c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Jaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
